Allah Maha Pengampun



Setiap hari ku merenungi diriku
Hari demi hari berlalu
Dan tahun demi tahun meninggalkanku
“Apa yang telah kupersiapkan sebagai bekalku?”
Demikian yang selalu terlintas dalam benakku

Sejujurnya aku malu
Karena ketika kuhitung-hitung amalku
Ternyata sedikit sekali hanya seujung kuku
Namun ketika kuingat-ingat dosaku
Alangkah banyaknya, menghitungnya pun aku tak mampu

Dengan bertumpuknya dosa-dosaku itu
Dan sedikitnya bekal yang ku kumpulkan untuk-Mu
Aku menjadi sedikit ragu
Masih layakkah aku mendapat ampunan wahai Robb-Ku?
Ataukah sudah tertutup pintu-Mu bagiku?

Untunglah aku masih teringat dengan janji-Mu
Bahwa rahmat-Mu mendahului murka-Mu
Dan pintu ampunan selalu terbuka untuk semua makhluk-Mu
Hal itulah yang menjadi penguat jiwaku
Dan memberi semangat kepada batinku

Sehingga inilah pengakuan tulusku :

“Wahai Robb-ku, meskipun sangat besar dosa-dosaku,
Sungguh ku tahu bahwa lebih besar ampunan-Mu” *

“Jika hanya orang yang baik saja yang boleh memohon kepada-Mu,
Lalu kepada siapakah seorang pendosa akan mengadu” **

“Maka ketika hatiku membeku dan terasa sempit semua jalan bagiku,
Ku jadikan harapanku sebagai tangga menuju ampunan-Mu” ***

Ampunilah diriku, wahai Robb-ku..

Keterangan :
* , *** Potongan bait syair yang diucapkan Imam Syafi'i sebelum beliau wafat, sebagaimana diceritakan As-Subki dalam Thabaqat Asy-Syafi'iyyah : 1/188.
** Potongan bait syair yang dinisbatkan kepada Abu Nuwas. Biografi Abu Nuwas dapat dilihat pada Al-Bidayah wan Nihayah : 14/64-86 dan Wafayatul A'yan : 2/95-104.

http://faidah-ilmu.blogspot.com/2010/09/allah-maha-pengampun.html